Teknostyle – Industri perfilman Indonesia kembali mencatat sejarah lewat film Agak Laen: Menyala Pantiku. Sekuel dari film Agak Laen ini bukan hanya melanjutkan kesuksesan pendahulunya, tetapi juga menjelma menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa, mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang film Jumbo.
Sejak awal penayangan, Menyala Pantiku langsung “menyala” di bioskop—dipenuhi tawa penonton, antrean panjang, dan respons luar biasa dari berbagai kota di Indonesia.

Sekuel yang Berhasil Melampaui Ekspektasi
Banyak film sekuel gagal melampaui film pertamanya. Namun Agak Laen: Menyala Pantiku justru menjadi pengecualian. Film ini hadir dengan cerita yang lebih matang, konflik yang lebih besar, dan humor yang tetap terasa jujur serta membumi.
Empat karakter utama kembali dengan kekonyolan khas mereka. Dialog spontan, celetukan khas Medan, serta dinamika pertemanan yang cair membuat film ini terasa seperti potongan kehidupan nyata—bukan sekadar akting di layar lebar.
Komedi Relate yang Bikin Penonton Merasa Dekat
Kekuatan utama film ini terletak pada komedi yang sangat relate. Bukan humor slapstick semata, tetapi:
-
Satir kehidupan sosial
-
Candaan tongkrongan sehari-hari
-
Obrolan absurd yang terasa nyata
Penonton tertawa bukan karena lelucon yang dipaksakan, melainkan karena merasa terwakili. Tak heran jika banyak dialognya viral dan menjadi meme di media sosial.
Resmi Jadi Film Terlaris, Lampaui Jumbo
Puncak kesuksesan Agak Laen: Menyala Pantiku ditandai dengan capaian box office yang mencetak rekor nasional. Film ini berhasil melampaui jumlah penonton film Jumbo dan menempati posisi teratas film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Perbandingan jumlah penonton:
-
Agak Laen: Menyala Pantiku → 10.454.835 penonton
-
Jumbo → 10.233.002 penonton
Selisih lebih dari 221 ribu penonton ini menjadi penanda penting bahwa film komedi lokal dengan cerita sederhana namun jujur mampu mengalahkan film berskala besar.
Chemistry Pemain Jadi Nyawa Film
Chemistry antarpemain menjadi faktor besar kesuksesan film ini. Interaksi yang terasa natural membuat penonton seolah sedang menyaksikan obrolan teman sendiri. Improvisasi yang cair menjadikan hampir setiap adegan terasa hidup dan tidak kaku.
Banyak penonton bahkan melakukan repeat watching, datang kembali ke bioskop bersama teman atau keluarga hanya untuk menikmati ulang momen-momen lucu yang terasa berbeda setiap kali ditonton.
Lebih dari Sekadar Tertawa
Di balik tawa yang tak putus, Agak Laen: Menyala Pantiku juga menyelipkan pesan tentang:
-
Persahabatan dan solidaritas
-
Tekanan hidup masyarakat kelas menengah
-
Cara bertahan di situasi hidup yang serba tidak pasti
Film ini membuktikan bahwa komedi bisa tetap ringan tanpa kehilangan makna.
Dengan raihan 10.454.835 penonton, Agak Laen: Menyala Pantiku resmi mencatatkan diri sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa, melampaui rekor film Jumbo yang meraih 10.233.002 penonton. Kesuksesan ini menegaskan bahwa komedi yang jujur, dekat dengan realitas, dan dieksekusi dengan chemistry kuat masih menjadi formula paling ampuh di perfilman Indonesia.
Menyala Pantiku bukan hanya menyala di layar bioskop, tetapi juga meninggalkan jejak penting dalam sejarah film nasional.







