Teknostyle – Apa jadinya kalau rasa sepi, overthinking, dan keinginan diperhatikan orang lain dikemas jadi komedi gelap? Jawabannya ada di film terbaru garapan Kristo Immanuel, Tinggal Meninggal, yang resmi tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025.
Film ini jadi debut penyutradaraan Kristo, sosok yang selama ini kita kenal jago impersonasi di dunia hiburan. Kali ini, dia membuktikan dirinya bukan hanya piawai bikin orang ketawa, tapi juga bisa menyajikan kisah absurd yang penuh makna.
Cerita berfokus pada Gema (diperankan Omara Esteghlal), seorang pria canggung yang tiba-tiba jadi pusat perhatian saat ayahnya meninggal. Tapi, perhatian itu cepat menguap. Dari situ muncul pertanyaan kocak sekaligus getir:
“Siapa lagi yang harus meninggal supaya gue diperhatiin?”
Pertanyaan absurd inilah yang kemudian melahirkan konflik, kebohongan, dan banyak momen satir yang bikin penonton ngakak tapi juga mikir.
Komedi Gelap + Breaking the Fourth Wall
Salah satu hal unik dari film ini adalah gaya penyajiannya. Gema sering berbicara langsung ke kamera alias breaking the fourth wall. Jadi, penonton serasa diajak ngobrol langsung, masuk ke dalam isi kepalanya yang penuh keresahan. Kadang kocak, kadang bikin “uh, relate banget!”.
Meski ini debutnya, Kristo berhasil mencuri perhatian. Sineas seperti Yandy Laurens menyebut film ini “Kristo banget”, sementara komedian Arie Kriting sampai bilang film ini “brilian”. Bahkan aktor Iqbaal Ramadhan berharap Gen-Z bisa benar-benar mengapresiasi karya ini.
Di balik humornya, film ini juga mengangkat tema yang cukup serius: neurodiversity dan kesepian. Kristo menyajikannya dengan empati, membuat film ini terasa seperti surat cinta untuk orang-orang yang sering merasa “berbeda” atau nggak pernah cukup diperhatikan.
Fun Facts tentang Tinggal Meninggal
-
Ini adalah debut penyutradaraan Kristo Immanuel.
-
Karakter Gema sering ngobrol langsung dengan penonton → bikin kita jadi “teman curhatnya”.
-
Visual & editing film ini halus banget, nggak keliatan kayak karya sutradara baru.
-
Meski judulnya agak “seram”, filmnya justru penuh tawa satir dan refleksi kehidupan.
Kalau kamu suka film yang bikin ngakak tapi juga meninggalkan bekas di hati, Tinggal Meninggal wajib masuk daftar tontonanmu bulan ini. Siap-siap ketawa, mikir, dan mungkin… sedikit merasa “itu gue banget”.
Jadi, kamu tim nonton bareng geng biar ketawanya rame-rame, atau tim solo biar bisa merenung habis nonton?







