Teknostyle – Dalam beberapa tahun terakhir, dua bentuk olahraga low-impact—pilates dan yoga—telah berkembang dari aktivitas santai menjadi tren kesehatan yang serius di kalangan generasi Z. Dari konten TikTok yang viral hingga kelas di studio yang selalu penuh peserta muda, pilates dan yoga tampaknya jadi bagian penting dari gaya hidup Gen Z yang modern, mindful, dan berfokus pada kesejahteraan holistik.

Apa Itu Pilates dan Yoga? Singkatnya
Yoga — berasal dari tradisi India kuno — adalah latihan yang menggabungkan postur tubuh (asana), pernapasan (pranayama), dan meditasi. Tujuannya: meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, fokus, dan keseimbangan batin.
Pilates — dikembangkan oleh Joseph Pilates pada awal abad ke-20 — lebih menekankan pada inti tubuh (core), stabilitas, pernapasan terkontrol, dan gerakan halus untuk meningkatkan kekuatan otot tanpa dampak keras pada sendi.
Kedua olahraga ini sama-sama low-impact, namun punya vibe dan hasil yang unik:
-
Yoga lebih ke keseimbangan fisik + ketenangan pikiran
-
Pilates lebih ke penguatan inti + postur tubuh yang kuat
Kenapa Gen Z Tertarik pada Pilates dan Yoga?
1. Wellness Lebih Dihargai daripada Sekadar Penampilan
Gen Z tumbuh di era self-care dan kesehatan mental jadi prioritas. Pilates dan yoga tak hanya soal bentuk tubuh, tetapi juga stress relief, ketenangan, dan mindfulness — sesuatu yang sering dicari oleh generasi yang hidup dalam tekanan digital.
2. Konten Sosial Media yang Menarik
Reels, TikTok, dan Stories dipenuhi video latihan singkat yoga dan pilates dengan musik kekinian. Gerakan seperti downward dog, plank, roll-ups, hingga leg circles jadi bahan challenge dan konten visual yang menarik perhatian.
3. Akses Mudah dan Tidak Membutuhkan Banyak Alat
Berbeda dengan gym tradisional yang memerlukan banyak alat berat, pilates dan yoga bisa dilakukan:
- di rumah pakai mat
- di studio
- di taman dengan latar alam
- dengan instruktur daring
Ini ideal buat Gen Z yang sering mencari solusi praktis tapi efektif.
4. Fokus pada Pikiran & Tubuh Secara Serentak
Yoga dan pilates bukan sekadar workout fisik — mereka mengajarkan kesadaran tubuh, teknik pernapasan, serta kemampuan reset mental. Bagi generasi yang akrab dengan kecemasan digital, ini jadi nilai lebih yang tidak bisa ditawar.
Manfaat Kesehatan yang Bikin Ketagihan
Pilates:
-
Meningkatkan kekuatan core dan postur
-
Membantu stabilitas tulang belakang
-
Kurangi nyeri punggung
-
Melatih kontrol pernapasan dan fokus
Yoga:
-
Meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan
-
Meredakan stres dan kecemasan
-
Memperbaiki kualitas tidur
-
Mendukung kesejahteraan mental
Manfaat inilah yang sering dibagikan langsung oleh praktisi muda — dari klaim self-confidence boost sampai peningkatan energi harian.
Mengubah Gaya Hidup, Bukan Sekadar Tren
Banyak Gen Z yang awalnya “ikut rame-rame” mencoba yoga/pilates akhirnya jadi konsisten karena:
- merasa lebih tenang setelah latihan
- mencintai progres tubuh mereka
- menemukan komunitas yang suportif
- merasa lebih produktif setelah latihan pagi
Studi memang menunjukkan hubungan positif antara latihan mind-body (seperti pilates/yoga) dan kesehatan mental, termasuk penurunan stres serta peningkatan mood.
Tips Memulai Pilates dan Yoga untuk Pemula
Jika kamu penasaran ingin mencoba, berikut saran sederhana:
1. Mulai dengan kelas pemula
Pilih sesi beginner (ada banyak versi online/offline).
2. Fokus ke teknik, bukan intensitas
Gerakan yang benar lebih penting daripada cepat atau keras.
3. Jadwalkan rutin singkat
Mulai dari 10–20 menit per sesi, perlahan tambah durasi.
4. Gunakan alat sederhana
Mat yoga dan bantal kecil sudah cukup untuk latihan dasar.
Dengan segala manfaatnya, jelas kenapa pilates dan yoga kini bukan hanya latihan fisik — tapi juga cara hidup bagi generasi yang ingin tetap sehat, tenang, dan produktif di tengah ritme dunia yang cepat.






