Teknostyle – Pembukaan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 mendadak jadi sorotan publik. Bukan hanya karena busana para model yang memukau, tapi karena satu momen tak terduga: Menteri Perdagangan Budi Santoso melangkah percaya diri di atas catwalk dengan mengenakan rompi unik karya desainer muda asal Palembang, Brilianto.
Dengan langkah mantap dan senyum lebar, sang Menteri tampil bukan sekadar sebagai pejabat negara, tapi juga sebagai representasi semangat baru: bahwa gaya dan kepedulian sosial bisa berjalan beriringan.

Rompi dengan Cerita di Setiap Jahitannya
Rompi yang dikenakan Mendag Busan bukan sekadar karya mode, melainkan simbol pesan mendalam. Di bagian belakang, sang desainer menambahkan inisial huruf “B” — simbol personal yang menandakan kehangatan dan penghargaan atas kolaborasi tersebut.
“Saya ingin membuat sesuatu yang bukan hanya elegan, tapi juga punya makna personal dan berdampak,” ujar Brilianto sambil tersenyum.
Desainer muda ini memang dikenal dengan pendekatannya yang berfokus pada sustainable fashion. Rompi yang ia buat berasal dari kain perca sisa produksi yang disusun ulang hingga membentuk pola dan tekstur baru. Bagi Brilianto, setiap potongan kecil kain itu adalah peluang untuk menghadirkan keindahan tanpa menambah beban bagi bumi.
Fesyen yang Ramah Lingkungan dan Bermakna Sosial
Tak hanya soal estetika, Brilianto juga menjadikan karyanya sebagai bentuk aksi nyata untuk lingkungan dan masyarakat. Ia menyadari bahwa industri fashion merupakan salah satu penyumbang limbah terbesar, sehingga ia berkomitmen untuk menerapkan konsep zero waste.
“Saya ingin bertanggung jawab terhadap limbah fesyen. Semua sisa kain saya olah kembali jadi pakaian siap pakai bahkan home décor. Jadi tidak ada yang terbuang,” jelasnya.
Dalam proses produksinya, Brilianto melibatkan ibu-ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya untuk membantu menjahit dan menyusun potongan kain perca. Langkah sederhana ini menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa fashion bisa menjadi alat pemberdayaan sosial.
Kehadiran karya Brilianto di panggung JMFW 2026 menjadi simbol kuat dari semangat kolaborasi antara pemerintah, desainer, dan masyarakat. Melalui satu rompi sederhana, tersampaikan pesan besar — bahwa fashion tidak hanya soal tampil menarik, tapi juga tentang menciptakan perubahan positif.
Bagi Kementerian Perdagangan, dukungan terhadap desainer muda seperti Brilianto sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengembangkan industri kreatif berkelanjutan di Indonesia.

Di Balik Panggung yang Gemerlap
Ketika sorotan lampu dan tepuk tangan penonton memenuhi ruangan, ada pesan lembut yang tersirat di balik setiap jahitan rompi sang Menteri: bahwa mode bisa menjadi wujud kepedulian dan harapan.
JMFW 2026 tak hanya menampilkan tren busana muslim terbaru, tapi juga menghadirkan nilai yang lebih dalam — tentang bagaimana gaya, tanggung jawab lingkungan, dan kolaborasi sosial bisa menyatu dalam harmoni yang indah.
Dan di tengah semua kemewahan itu, satu rompi buatan tangan lokal berhasil mencuri perhatian dan menyentuh hati banyak orang — mengingatkan kita bahwa setiap karya besar selalu berawal dari niat baik dan keberanian untuk berbuat lebih.






