Teknostyle – Belakangan ini, dunia kuliner kembali diramaikan oleh satu tren unik yang mendadak viral di media sosial: Salmon Candy, atau yang sering disebut warganet sebagai salmon candid. Hidangan ini tampil menggoda dengan warna salmon yang berkilau seperti karamel, tekstur lembut namun kenyal, dan rasa manis-gurih yang tidak biasa. Tak heran banyak orang tergoda untuk mencobanya—baik membuat sendiri di rumah maupun memburunya di restoran dan toko online.
Namun, di balik tampilannya yang cantik dan reaksinya yang viral, Salmon Candy punya kisah, teknik, dan kontroversi tersendiri.

Apa Sebenarnya Salmon Candy?
Salmon Candy adalah potongan salmon yang diproses melalui curing—direndam dalam campuran garam dan gula—lalu diberi lapisan madu, sirup maple, brown sugar, atau gula aren, sehingga terasa manis dan memiliki glazed effect yang mengilap.
Dalam versi tradisional, hidangan ini kemudian diasap hingga menghasilkan rasa smoky yang khas dan daya tahan yang lebih lama.
Ternyata, makanan ini bukan sekadar tren TikTok. Salmon Candy memiliki akar sejarah panjang dan merupakan bagian dari budaya kuliner masyarakat adat di wilayah Pacific Northwest, Amerika Utara. Bagi mereka, cara ini efektif untuk mengawetkan ikan sekaligus menciptakan camilan yang kaya rasa.
Di TikTok dan Instagram, video Salmon Candy mendadak muncul di mana-mana. Ada yang mengiris salmon tipis, ada yang membuat versi tebal seperti “permen premium”, ada yang menyajikannya sebagai camilan tinggi protein.
Popularitasnya meningkat karena beberapa alasan:
1. Visualnya Instagramable
Kilau glaze salmon membuatnya terlihat seperti permen mewah. Cocok untuk konten video 15 detik yang menarik perhatian.
2. Rasa yang Anti-Mainstream
Manis, gurih, sedikit smoky, dan tekstur lembut? Tidak banyak camilan berbahan ikan yang punya kombinasi unik seperti ini.
3. Ada Nuansa Heritage
Ketika warganet tahu bahwa ini adalah resep tradisional Alaska, rasa penasaran pun bertambah.
4. Banyak Food Creator Ikut Mencoba
Nama-nama besar di dunia kuliner digital ikut mengunggah versi mereka. Hasilnya? Trend makin meledak.
Di Balik Viral: Ada Pro dan Kontra
Meskipun kelihatannya menarik, Salmon Candy bukan makanan yang pembuatannya sembarangan.
Beberapa ahli mengingatkan bahwa:
-
Salmon mentah yang tidak diproses dengan benar bisa mengandung bakteri atau parasit.
-
Proses curing saja tidak cukup aman tanpa pemanasan atau pengasapan yang tepat.
-
Tren DIY yang tidak mengikuti standar sanitasi bisa berisiko, terutama untuk anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan imun rendah.
Ini membuat Salmon Candy menjadi perbincangan panas: menarik, enak, viral—tapi harus tetap waspada.
Apakah Salmon Candy Aman Dikonsumsi?
Aman—jika pengolahannya benar.
Salmon Candy tradisional aman karena melalui proses:
-
Curing
-
Pengeringan
-
Pengasapan pada suhu tertentu
Versi rumahan di media sosial kadang melewatkan langkah-langkah penting ini.
Kalau kamu ingin mencoba, pastikan:
-
Gunakan salmon kualitas sashimi
-
Ikuti prosedur kebersihan ketat
-
Lakukan pemanasan / pengasapan yang cukup
-
Hindari membeli dari sumber tidak jelas
Salmon Candy adalah bukti bahwa tren kuliner bisa datang dari mana saja—bahkan dari resep tradisional yang sudah ada ratusan tahun. Viral karena visualnya cantik, rasanya unik, dan ceritanya menarik.
Tapi seperti banyak tren makanan lainnya, kita tetap perlu bijak sebelum mencoba.
Nikmati kreativitasnya, rasakan keunikannya, tapi jangan lupakan aspek keamanan pangan.
Karena tidak ada yang lebih menyenangkan daripada ikut tren—tanpa harus mengorbankan kesehatan.







