Teknostyle – Perkembangan teknologi digital mendorong kebutuhan jaringan yang semakin cepat dan cerdas. Menjawab tantangan tersebut, Ericsson meluncurkan portofolio terbaru berbasis kecerdasan buatan atau AI. Inovasi ini mencakup radio AI-ready, antena canggih, serta software Radio Access Network (RAN) yang lebih pintar .
Jaringan Lebih Cerdas dan Efisien
Ericsson merancang teknologi ini untuk membantu operator membangun jaringan yang lebih adaptif. Sistem berbasis AI mampu meningkatkan performa uplink, menekan latensi, serta mengoptimalkan penggunaan energi. Operator kini dapat mengelola jaringan secara real-time dan lebih efisien .
Teknologi ini juga membantu operator memanfaatkan spektrum secara maksimal. Dengan begitu, mereka dapat memperluas jaringan tanpa harus menambah biaya besar. Pendekatan ini menjadi kunci dalam pengembangan jaringan masa depan.
Dorong Percepatan 5G di Indonesia
Indonesia terus mempercepat pengembangan jaringan 5G. Pemerintah menargetkan cakupan hingga 32 persen pada 2030. Untuk mencapai target tersebut, operator membutuhkan infrastruktur yang kuat, efisien, dan berkelanjutan .
Ericsson menghadirkan solusi yang mendukung kebutuhan tersebut. Teknologi AI-ready RAN memungkinkan jaringan bekerja lebih cerdas dan responsif. Hal ini membantu operator mempercepat ekspansi 5G sekaligus menjaga efisiensi investasi.
Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menegaskan bahwa jaringan masa depan tidak hanya harus cepat. Jaringan juga harus mampu beradaptasi dan mengoptimalkan kinerja secara otomatis. Ia melihat AI sebagai fondasi penting dalam transformasi jaringan.
Tingkatkan Kinerja Operator dan Pengalaman Pengguna
Portofolio terbaru ini mencakup sepuluh perangkat radio, lima antena berkinerja tinggi, serta peningkatan software RAN. Teknologi tersebut membantu operator mengatur lalu lintas data secara dinamis. Sistem dapat menyesuaikan kapasitas jaringan berdasarkan kebutuhan pengguna .
Fitur seperti beamforming cerdas dan prediksi jaringan berbasis AI membuat koneksi lebih stabil. Pengguna dapat menikmati streaming yang lebih lancar, gaming tanpa hambatan, serta layanan real-time yang lebih responsif.
Selain itu, operator juga dapat menghadirkan layanan yang lebih beragam. Mereka bisa menawarkan konektivitas dengan tingkat kecepatan dan latensi yang berbeda sesuai kebutuhan pelanggan.
Fondasi Transformasi Digital
Ericsson melihat AI-ready RAN sebagai langkah besar dalam evolusi jaringan. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan performa, tetapi juga mengubah cara jaringan bekerja. Sistem dapat berpikir, beradaptasi, dan melakukan optimalisasi secara otomatis.
Melalui inovasi ini, Ericsson ingin mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia. Jaringan yang lebih cerdas akan membuka peluang baru bagi industri, bisnis, hingga masyarakat luas. Dengan fondasi teknologi yang kuat, Indonesia dapat melangkah lebih cepat menuju era digital yang lebih maju.







