• Technology
  • Gadget
  • Lifestyle
  • Apps
  • Event
  • Game Online
  • Travel
  • Feature
Sabtu, September 12, 2026
  • Login
teknostyle.id
  • Technology
  • Gadget
  • Lifestyle
  • Apps
  • Event
  • Game Online
  • Travel
  • Feature
No Result
View All Result
teknostyle.id
  • Technology
  • Gadget
  • Lifestyle
  • Apps
  • Event
  • Game Online
  • Travel
  • Feature
No Result
View All Result
teknostyle.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle Health

Penyintas Kanker Lansia: Bukan Hanya Soal Usia Panjang, Tapi Hidup yang Tetap Berkualitas

by redaksi teknostyle
0
Penyintas Kanker Lansia: Bukan Hanya Soal Usia Panjang, Tapi Hidup yang Tetap Berkualitas
114
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Teknostyle – Jumlah penyintas kanker di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dalam satu dekade terakhir, termasuk pada kelompok usia lanjut. Namun di balik kabar baik meningkatnya angka harapan hidup, muncul tantangan baru: bagaimana memastikan para lansia penyintas kanker tetap menjalani hidup yang berkualitas, bukan sekadar bertambah usia.

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN), tanpa perubahan strategi yang signifikan, beban kasus dan angka kematian akibat kanker di Indonesia pada periode 2025–2040 diperkirakan bisa meningkat hingga 63 persen. Fakta ini menjadi pengingat bahwa deteksi dini dan penanganan yang tepat masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Baca Juga:

Sering Lupa Jaga Diri, Pendamping Pasien Dapat 2.000 Mini MCU Gratis dari Primaya Hospital

Stamina Menurun Jangan Selalu Salahkan Usia, Diabetes Juga Bisa Datang Diam-Diam

Tantangan Deteksi Dini di Indonesia

Salah satu kendala utama dalam penanganan kanker di Indonesia adalah masih rendahnya deteksi dini. Banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan saat penyakit sudah memasuki stadium lanjut, padahal sekitar 50 persen kasus kanker sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin.

Kemajuan teknologi diagnostik dan terapi yang semakin presisi telah membantu meningkatkan peluang hidup pasien kanker. Akses terhadap program skrining juga semakin luas, sehingga deteksi lebih awal menjadi lebih memungkinkan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, berbagai fasilitas kesehatan kini menyediakan paket skrining kanker, baik umum maupun khusus wanita, untuk mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan secara berkala.

Lansia dan Kanker: Pendekatan Tidak Bisa Disamaratakan

Menurut dr. Daniel Rizky, Sp.PD-KHOM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi dari Primaya Hospital, penanganan kanker pada lansia memiliki kompleksitas tersendiri.

“Tidak semua pasien berusia 70 tahun memiliki kondisi tubuh yang sama. Terapi tidak bisa disamaratakan dan harus melalui penilaian khusus sebelum menentukan jenis maupun dosis pengobatan,” jelasnya.

Dalam praktiknya, dokter akan mempertimbangkan kondisi yang disebut frailty index—tingkat kerapuhan biologis yang tidak selalu sejalan dengan usia kronologis. Artinya, seseorang yang berusia lebih tua belum tentu memiliki kondisi tubuh yang lebih rapuh dibanding yang lebih muda.

Karena itu, terapi pada lansia tetap didasarkan pada jenis dan stadium kanker, dengan mempertimbangkan fungsi organ, penyakit penyerta, serta tingkat kebugaran pasien. Dalam banyak kasus, kolaborasi dengan dokter spesialis geriatri juga diperlukan untuk memastikan pengobatan berjalan aman dan efektif.

Terapi Modern yang Lebih Ramah Lansia

Masih banyak anggapan bahwa pengobatan kanker pada lansia selalu berisiko tinggi dan terlalu berat dijalani. Padahal, perkembangan dunia medis menghadirkan berbagai regimen terapi yang lebih adaptif dan ramah bagi pasien usia lanjut.

Keberhasilan terapi saat ini tidak lagi semata-mata diukur dari angka survival rate, tetapi juga dari respon tumor terhadap pengobatan dan kualitas hidup pasien selama menjalani terapi.

“Terapi ideal adalah yang efektif, namun tetap menjaga kondisi pasien agar tidak semakin memburuk,” tambah dr. Daniel.

Pendekatan ini menegaskan bahwa tujuan pengobatan bukan hanya memperpanjang usia, tetapi juga memastikan pasien tetap mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Peran Penting Dukungan Keluarga

Penanganan kanker pada lansia tidak hanya berbicara soal medis. Dukungan emosional dan sosial memiliki dampak besar terhadap proses pemulihan.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah pembatasan makanan secara ekstrem akibat mitos yang beredar. Padahal pasien yang menjalani terapi justru membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Kanker tidak hanya berdampak secara biologis, tetapi juga sosial dan emosional. Support system yang kuat membantu pasien tetap semangat dan tidak merasa sendirian,” ujarnya.

Kehadiran keluarga yang mendampingi, memberi motivasi, serta membantu memastikan asupan gizi yang tepat menjadi bagian penting dari proses penyembuhan.

Pemantauan Jangka Panjang Tetap Diperlukan

Meski telah menyelesaikan pengobatan, penyintas kanker lansia tetap membutuhkan kontrol dan pemantauan rutin. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan kekambuhan serta memantau efek samping terapi jangka panjang.

Pendekatan menyeluruh—menggabungkan terapi medis yang terukur, evaluasi berkala, serta dukungan keluarga—menjadi kunci utama dalam penanganan penyintas kanker lansia.

Bukan Sekadar Panjang Umur

Penanganan kanker pada lansia kini telah memasuki era baru. Fokusnya bukan lagi sekadar memperpanjang usia, melainkan memastikan bahwa setiap tahun tambahan yang dijalani tetap memiliki kualitas hidup yang baik.

Karena pada akhirnya, keberhasilan terapi bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi tentang bagaimana pasien tetap bisa menikmati hidup dengan bermakna.

Tags: #GLOBOCAN#health#Kanker#PrimayaHospital
Previous Post

Menu Sahur Simpel: Praktis, Sehat, dan Bikin Kenyang Lebih Lama

Next Post

Rekomendasi Tempat Wisata di Rengasdengklok yang Wajib Kamu Kunjungi

redaksi teknostyle

redaksi teknostyle

Related Posts

Sering Lupa Jaga Diri, Pendamping Pasien Dapat 2.000 Mini MCU Gratis dari Primaya Hospital

Sering Lupa Jaga Diri, Pendamping Pasien Dapat 2.000 Mini MCU Gratis dari Primaya Hospital

by redaksi teknostyle
September 5, 2026

Teknostyle - Jakarta, 4 September 2026, Saat orang terdekat menjalani perawatan, pendamping biasanya lebih fokus menjaga pasien. Mereka sering mengabaikan...

Stamina Menurun Jangan Selalu Salahkan Usia, Diabetes Juga Bisa Datang Diam-Diam

Stamina Menurun Jangan Selalu Salahkan Usia, Diabetes Juga Bisa Datang Diam-Diam

by redaksi teknostyle
Agustus 17, 2026

Teknostyle – Tubuh terus memberikan berbagai sinyal seiring bertambahnya usia. Stamina menurun, tubuh mudah lelah, berat badan meningkat, hingga fungsi seksual...

HUT ke-7, Primaya Hospital Bekasi Utara Perkuat Akses Layanan Kesehatan Modern dan Perlindungan Sosial 300 Pekerja Rentan

HUT ke-7, Primaya Hospital Bekasi Utara Perkuat Akses Layanan Kesehatan Modern dan Perlindungan Sosial 300 Pekerja Rentan

by redaksi teknostyle
Agustus 17, 2026

Teknostyle – Memperingati hari jadinya yang ke-7, Primaya Hospital Bekasi Utara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif,...

Primaya Hospital Bekasi Timur Hadirkan Terobosan Bedah Saraf, Lakukan Sacral Neuromodulation Pertama di Indonesia

Primaya Hospital Bekasi Timur Hadirkan Terobosan Bedah Saraf, Lakukan Sacral Neuromodulation Pertama di Indonesia

by redaksi teknostyle
Juli 31, 2026

Teknostyle – Dunia kesehatan Indonesia mencatat pencapaian baru di bidang bedah saraf. Primaya Hospital Bekasi Timur berhasil melakukan tindakan Sacral Neuromodulation...

Sering Terbangun Malam untuk Buang Air Kecil? Bisa Jadi Tanda Pembesaran Prostat

Sering Terbangun Malam untuk Buang Air Kecil? Bisa Jadi Tanda Pembesaran Prostat

by redaksi teknostyle
Juli 12, 2026

Teknostyle - Banyak pria menganggap sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil sebagai hal yang wajar, terutama ketika...

Tiga Rumah Sakit Primaya Raih WSO Angels Award 2026, Bukti Komitmen Hadirkan Layanan Stroke Berstandar Dunia

Tiga Rumah Sakit Primaya Raih WSO Angels Award 2026, Bukti Komitmen Hadirkan Layanan Stroke Berstandar Dunia

by redaksi teknostyle
Juli 5, 2026

Teknostyle – Kecepatan menjadi faktor penentu dalam penanganan stroke. Setiap menit yang terbuang dapat mengurangi peluang pasien untuk pulih dan...

Next Post
Rekomendasi Tempat Wisata di Rengasdengklok yang Wajib Kamu Kunjungi

Rekomendasi Tempat Wisata di Rengasdengklok yang Wajib Kamu Kunjungi

https://teknostyle.id/wp-content/uploads/2023/11/VID-20231104-WA0036.mp4
    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.
Instagram Facebook Twitter Youtube LinkedIn
Logo-TeknoStyle
Teknostyle.id adalah media Teknologi dan Gaya Hidup Multi-Platform. Dengan artikel yang lengkap, dari segi teknologi dan gaya hidup. Teknostyle.id tetap menjaga kualitas dan keakuratan data. Dengan tujuan agar setelah membaca, pengunjung mendapatkan informasi yang bermanfaat dan mudah dipahami

Contact Us :

Info@teknostyle.id
teknostyle.id@gmail.com

0812 1216 0318

Categories

  • Apps
  • Beauty
  • Business
  • Cooperation
  • Development
  • Economy
  • Entertainment
  • Event
  • F&B
  • Fashion
  • Feature
  • Food and Beverages
  • Gadget
  • Game Online
  • Health
  • Lifestyle
  • News
  • Opinion
  • Sport
  • Technology
  • Tourism
  • Travel
  • Trending Topic
  • Uncategorized
  • World

© 2021 teknostyle.id - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Technology
  • Gadget
  • Lifestyle
  • Apps
  • Travel
  • Game Online
  • Event
  • Feature
  • About Us
  • Contact Us
  • Sitemap

© 2021 teknostyle.id - All Rights Reserved

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In