Transformasi digital dan meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja mendorong perubahan besar terhadap kebutuhan perangkat komputasi profesional. Laptop bisnis kini bukan lagi sekadar alat pendukung, melainkan pusat produktivitas utama yang harus mampu menangani beban kerja kompleks, pemrosesan data intensif, hingga integrasi AI secara mulus.
Menjawab kebutuhan tersebut, Asus resmi memperkenalkan Asus ExpertBook Ultra, laptop flagship ultra-portabel yang dirancang bagi profesional modern, prosumer, hingga pemimpin perusahaan. Perangkat ini menggabungkan performa tinggi, mobilitas, keamanan, dan desain premium dalam satu paket.
Peluncuran yang digelar di Jakarta pada Kamis (7/5) menjadi langkah Asus dalam memperkuat posisinya di pasar laptop bisnis premium berbasis AI. Asus bahkan menyebut perangkat ini sebagai “The Flagship of the Industry. Period”, yang diklaim menjadi tolok ukur baru di pasar komputer komersial global.
Fokus pada Komputasi AI
ExpertBook Ultra dibekali platform komputasi heterogen yang menggabungkan CPU generasi terbaru, GPU terintegrasi berperforma tinggi, serta neural processing unit (NPU) untuk mendukung berbagai aplikasi AI. Kombinasi tersebut dirancang agar mampu menghadirkan performa tinggi tanpa mengorbankan portabilitas.
Co-CEO Asus, S.Y. Hsu, mengatakan ExpertBook Ultra merupakan representasi tertinggi dari rekayasa teknologi Asus.
“Perangkat ini kami rancang untuk pemimpin bisnis masa depan yang membutuhkan mesin bertenaga AI yang mampu berpikir dan bekerja secepat mereka, dikemas dalam desain yang elegan,” ujarnya saat peluncuran di Jakarta.
Desain Ringan dan Premium
Salah satu keunggulan utama laptop ini terletak pada desain fisiknya. ExpertBook Ultra menggunakan material magnesium-aluminium AZ31B kelas kedirgantaraan dengan bobot hanya sekitar 0,99 kilogram.
Material tersebut dipadukan dengan lapisan berbasis Asus Nano Ceramic Technology yang diklaim memiliki tingkat kekerasan hingga 9H atau lima kali lebih tinggi dibanding standar industri.
Meski tipis dan ringan, perangkat ini tetap dibekali baterai 70Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam penggunaan. Asus juga menghadirkan fitur pengisian cepat, di mana pengisian selama 15 menit disebut dapat digunakan hingga enam jam.
Performa Tinggi untuk Beban Kerja Berat
Dari sisi performa, Asus menyematkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Series 3 yang didukung sistem pendingin Asus ExpertCool Pro. Teknologi ini memungkinkan laptop mempertahankan thermal design power (TDP) CPU pada 50 watt secara stabil tanpa penurunan performa akibat panas berlebih.
Grafis terintegrasi berbasis Intel Arc B390 diklaim mampu menghadirkan performa melampaui kartu grafis diskrit kelas menengah seperti NVIDIA GeForce RTX 4050 pada konsumsi daya 30 watt.
Performa tersebut didukung memori berkecepatan 9600 MT/s serta penyimpanan PCIe Gen5 x4 SSD dengan kecepatan baca hingga lima kali lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Layar 3K OLED dan Audio Dolby Atmos
Pada sektor visual, ExpertBook Ultra mengusung layar sentuh 14 inci beresolusi 3K berbasis Tandem OLED. Panel ini memiliki tingkat kecerahan hingga 1.400 nits dan mendukung refresh rate variabel 30–120Hz.
Asus menyebut panel tersebut 40 persen lebih hemat daya dibanding generasi sebelumnya. Untuk kenyamanan penggunaan, layar dilapisi kaca anti-glare low reflection dengan perlindungan Gorilla Glass Matte.
Sementara itu, pengalaman multimedia diperkuat sistem audio Dolby Atmos enam speaker yang dirancang menghadirkan suara imersif untuk presentasi bisnis, konferensi video, maupun hiburan.
Fitur Produktivitas dan Keamanan
Laptop ini juga dilengkapi keyboard tahan tumpahan cairan dengan key travel 1,5 mm serta haptic touchpad presisi tinggi. Pilihan port konektivitas yang tersedia mencakup USB-C, USB-A, HDMI 2.1, hingga jack audio.
Di era AI, Asus turut menghadirkan perangkat lunak eksklusif MyExpert AI tanpa biaya langganan. Fitur ini mencakup AI ExpertMeet dan Knowledge Hub lokal untuk mendukung produktivitas berbasis AI.
Dukungan integrasi dengan Microsoft Copilot+ memungkinkan pengguna menjalankan transkripsi rapat, penerjemahan real-time, hingga pencarian dokumen berbasis retrieval augmented generation (RAG) langsung di perangkat.
Senior Partner Development Manager Commercial Device & Solution Sales Asia Microsoft, Lee Edgerton, mengatakan integrasi tersebut membuka babak baru pemanfaatan AI dalam produktivitas korporasi.
“Seluruh proses dapat berjalan secara lokal tanpa latensi, sekaligus menjaga keamanan data sensitif perusahaan,” katanya.
Dari sisi keamanan, ExpertBook Ultra telah memenuhi standar NIST SP 800-193 dan dilengkapi fitur BIOS self-healing, sensor sidik jari, serta autentikasi wajah berbasis inframerah.
Menyasar Profesional Modern
Global Account Sales Director Intel APJ, Simon Chan, menyoroti kemampuan perangkat dalam memaksimalkan performa komputasi hingga 50 TOPS dari NPU generasi terbaru untuk mendukung aplikasi AI bisnis.
Sementara itu, Brand Ambassador Asus Commercial Business Indonesia, Gita Wirjawan, menilai perangkat ini merepresentasikan perpaduan ideal antara teknologi dan gaya hidup profesional modern.
Dengan bobot di bawah satu kilogram, warna Morn Grey, dan daya tahan baterai panjang, ExpertBook Ultra dirancang untuk profesional dengan mobilitas tinggi, mulai dari ruang rapat hingga perjalanan bisnis internasional.
Melalui peluncuran ini, Asus menegaskan ambisinya di segmen laptop bisnis premium berbasis AI. Di tengah meningkatnya kebutuhan perangkat kerja yang cerdas, aman, dan fleksibel, ExpertBook Ultra hadir sebagai solusi bagi profesional yang membutuhkan performa tinggi tanpa kompromi.







