Pandangan ini disampaikan dalam ajang Indotelko Forum 2026 di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas masa depan konektivitas digital nasional.
5G Bukan Lagi Sekadar Teknologi Baru
Menurut Ericsson, 5G kini telah berkembang menjadi fondasi utama transformasi digital. Teknologi ini mampu mendukung konektivitas berkecepatan tinggi, latensi rendah, dan jaringan yang lebih stabil.
Kemampuan tersebut membuka peluang besar bagi berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, energi, hingga layanan publik. Kehadiran 5G juga memungkinkan pengembangan teknologi canggih seperti artificial intelligence dan otomasi industri.
President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menegaskan bahwa jaringan kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi digital.
Potensi Ekonomi Digital yang Sangat Besar
Implementasi 5G tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga peluang ekonomi jangka panjang. GSMA memperkirakan pengembangan 5G dapat memberikan kontribusi hingga 41 miliar dolar AS terhadap PDB Indonesia pada periode 2024–2030.
Selain meningkatkan produktivitas, teknologi ini juga membantu perusahaan menciptakan sistem kerja yang lebih efisien dan terintegrasi. Banyak sektor industri mulai membutuhkan jaringan yang lebih cepat dan andal untuk mendukung operasional mereka.
Secara global, pertumbuhan 5G juga menunjukkan tren yang sangat kuat. Ericsson Mobility Report memperkirakan jumlah pelanggan 5G akan mencapai sekitar 6,4 miliar pada 2032.
AI dan 5G Jadi Kombinasi Masa Depan
Perkembangan teknologi berbasis AI semakin mendorong kebutuhan akan jaringan yang lebih canggih. Sistem AI membutuhkan koneksi yang cepat, responsif, dan stabil agar dapat bekerja secara optimal.
Karena itu, Ericsson melihat 5G sebagai infrastruktur penting untuk mendukung transformasi digital Indonesia. Teknologi ini akan membantu berbagai sektor mengembangkan layanan dan inovasi baru.
Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menyebut Indonesia masih berada pada tahap awal dalam adopsi AI dan 5G dibanding negara lain di Asia Tenggara. Namun, peluang pertumbuhannya tetap sangat besar.
Dukungan Regulasi Jadi Faktor Penting
Untuk mempercepat implementasi 5G, Indonesia membutuhkan ekosistem yang mendukung. Regulasi yang jelas, ketersediaan spektrum, dan iklim investasi yang sehat menjadi faktor utama dalam pengembangan jaringan digital nasional.
Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital tengah mempersiapkan pelelangan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur 5G di Indonesia.
Menuju Indonesia Emas 2045
Ericsson menilai keputusan yang diambil saat ini akan menentukan kecepatan transformasi digital Indonesia di masa depan. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan penyedia teknologi menjadi kunci untuk membangun jaringan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan infrastruktur digital yang kuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.







