• Technology
  • Gadget
  • Lifestyle
  • Apps
  • Event
  • Game Online
  • Travel
  • Feature
Sabtu, November 29, 2025
  • Login
teknostyle.id
  • Technology
  • Gadget
  • Lifestyle
  • Apps
  • Event
  • Game Online
  • Travel
  • Feature
No Result
View All Result
teknostyle.id
  • Technology
  • Gadget
  • Lifestyle
  • Apps
  • Event
  • Game Online
  • Travel
  • Feature
No Result
View All Result
teknostyle.id
No Result
View All Result
Home Feature

Dave Laksono: Kasus Pencurian Data Pribadi di Bogor, Jadi Bukti Perlunya Peningkatan Literasi Digital Publik

by teknostyle
0
Dave Laksono: Kasus Pencurian Data Pribadi di Bogor, Jadi Bukti Perlunya Peningkatan Literasi Digital Publik
171
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Semakin maraknya kasus pencurian data publik di Indonesia menandakan semakin perlunya keamanan siber di negara ini. Salah satu contoh kasus terbaru mengenai kejahatan siber ini adalah pengungkapan Polresta Bogor terhadap dugaan pencurian ribuan data dan penyalahgunaan 3.000 Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga Bogor untuk melakukan registrasi kartu SIM tanpa izin pemilik data oleh sebuah perusahaan penjual kartu SIM di Bogor. Dua pelaku berinisial PMR dan L. bersama operator L, menggunakan aplikasi seluler untuk memuluskan aksinya.  

Menanggapi fenomena kejahatan siber ini, Teknostyle.id berkesempatan mewawancarain Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Agung Laksono melalui pesan Whatsapp, Sabtu (31/8/24) lalu.  Simak hasil wawancaranya. 

Baca Juga:

Sergio Ticoalu, Sosok Kreatif Marketing di Balik Keberhasilan Infinix di Pasar Smartphone Indonesia

Fenomena Banyak Orang Kehilangan Satu Butir Telur dari Kemasan, Ternyata Ini Aksi Nyata Cegah Stunting!

  • Apa pandangan bapak mengenai dampak pencurian data yang terjadi di Bogor terhadap privasi masyarakat dan keamanan data di Indonesia secara umum, dan langkah apa yang seharusnya diambil oleh pemerintah untuk menangani isu ini?

[Dave] Pencurian data yang terjadi di Bogor adalah bentuk nyata dari kerentanan sistem keamanan data di Indonesia, terutama dalam hal perlindungan privasi masyarakat. Dampak dari pencurian data ini bisa sangat serius, mengingat data pribadi yang dicuri dapat digunakan untuk berbagai tujuan jahat seperti pencurian identitas, penipuan finansial, hingga penyalahgunaan informasi pribadi untuk kepentingan kriminal. Hal ini juga dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan data, baik itu pemerintah maupun sektor swasta. Secara umum, masalah ini menunjukkan bahwa sistem keamanan data di Indonesia masih perlu peningkatan. Tingginya kasus kebocoran data menunjukkan bahwa banyak institusi, baik pemerintah maupun swasta, belum memiliki sistem keamanan yang memadai untuk melindungi data sensitif. Ini juga mencerminkan perlunya peningkatan literasi digital kepada publik di semua sektor agar kasus tersebut tidak dapat terjadi lagi atau timbulkan kesadaran publik terkait keamanan dan perlindungan data. 

  • Dalam konteks kasus pencurian data di Bogor, bagaimana bapak menilai kesiapan dan efektivitas regulasi dan undang-undang yang ada saat ini dalam melindungi data pribadi masyarakat? Apakah ada kebijakan atau peraturan yang perlu diperbarui atau diperkuat?

[Dave] Kasus pencurian data di Bogor menjadi cerminan nyata bahwa perlindungan data pribadi di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Meskipun saat ini ada langkah signifikan dengan mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), kasus ini menunjukkan bahwa penerapan regulasi tersebut masih belum sepenuhnya efektif dalam melindungi privasi masyarakat.

Sejak adanya UU PDP, ada harapan besar bahwa hak-hak individu atas data pribadi mereka akan lebih terjamin. Namun, insiden seperti yang terjadi di Bogor mengungkapkan bahwa regulasi ini masih membutuhkan pengawasan dan penegakan hukum yang lebih ketat. Banyak lembaga, baik di sektor publik maupun swasta, mungkin belum sepenuhnya siap atau sadar akan pentingnya menjaga keamanan data yang mereka kelola. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya pemahaman atau minimnya infrastruktur keamanan siber yang memadai.

Di sisi lain, keberadaan regulasi yang kuat juga memerlukan dukungan dari program edukasi yang menyeluruh. Masyarakat, perusahaan, dan instansi pemerintah perlu diberdayakan dengan pengetahuan tentang pentingnya perlindungan data pribadi dan bagaimana mereka bisa berkontribusi dalam menjaga keamanan informasi. Kesadaran ini tidak hanya penting untuk mencegah pencurian data, tetapi juga untuk menciptakan budaya yang menghargai privasi.

Lebih jauh, insiden pencurian data ini juga menunjukkan bahwa teknologi dan infrastruktur keamanan siber di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Dalam dunia yang semakin digital, ancaman terhadap data pribadi terus berkembang, dan pemerintah perlu berinvestasi lebih dalam teknologi keamanan canggih, seperti enkripsi dan sistem deteksi intrusi, serta membentuk tim respons cepat untuk menangani insiden yang muncul.

Selain itu, kebijakan perlindungan data harus bersifat adaptif. Ancaman terhadap keamanan data pribadi terus berubah, dan regulasi harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Ini berarti pemerintah perlu secara berkala meninjau dan memperbarui kebijakan, serta mungkin perlu menjalin kerjasama internasional untuk mengatasi kejahatan siber yang bersifat lintas batas.

Secara keseluruhan, meskipun langkah awal sudah diambil dengan adanya UU PDP, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa perlindungan data pribadi di Indonesia benar-benar efektif. Pemerintah perlu bergerak lebih cepat dan lebih tegas dalam menegakkan regulasi, memperkuat infrastruktur keamanan, serta meningkatkan kesadaran semua pihak tentang pentingnya menjaga privasi. Dengan begitu, kepercayaan publik dapat pulih, dan insiden pencurian data seperti yang terjadi di Bogor dapat minim terjadi di masa depan.

  • Apa peran yang bisa dimainkan oleh DPR dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas terkait penanganan kasus pencurian data seperti yang terjadi di Bogor Bagaimana DPR dapat berkolaborasi dengan sektor swasta untuk meningkatkan keamanan data di masa depan?

[Dave] Dalam menghadapi kasus pencurian data seperti yang terjadi di Bogor, peran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi sangat vital dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas penanganan isu ini. DPR memiliki tanggung jawab besar untuk mengawasi pemerintah dan memastikan bahwa langkah-langkahnya benar-benar melindungi kepentingan masyarakat serta memperkuat sistem keamanan data nasional. Pertama, DPR dalam fungsinya sebagai pengawasan yang lebih ketat dan terarah. Dengan menggunakan wewenangnya, DPR dapat meminta laporan berkala dari lembaga-lembaga terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Laporan ini untuk menilai sejauh mana langkah-langkah pencegahan dan penanganan dalam menghadapi ancaman keamanan data. DPR juga bisa membentuk tim khusus atau panitia kerja yang fokus mengawasi pelaksanaan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) serta regulasi lain yang relevan. Melalui pengawasan yang intensif ini, DPR dapat memastikan bahwa setiap kebijakan dan tindakan  benar-benar memiliki dampak positif terhadap keamanan data.

Kedua, DPR dapat mendorong transparansi melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat (RDP). Dalam forum ini, DPR bisa memanggil berbagai pihak yang terlibat, mulai dari instansi pemerintah, aparat penegak hukum, hingga perwakilan sektor swasta, untuk memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah terkait kasus pencurian data. RDP ini bisa menjadi sarana penting untuk membuka informasi kepada publik, memastikan bahwa setiap pihak bertanggung jawab atas perannya, dan mengidentifikasi kendala dalam penanganan kasus tersebut. Dengan demikian, masyarakat dapat mengikuti perkembangan kasus ini secara transparan.

Peran DPR juga penting dalam membangun kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. DPR bisa menjadi fasilitator dalam menciptakan forum dialog antara kedua pihak ini untuk berbagi informasi mengenai ancaman keamanan siber serta strategi pencegahan yang efektif. Kolaborasi ini penting karena sektor swasta, khususnya perusahaan teknologi, memiliki peran besar dalam pengelolaan data pribadi dan sering kali menjadi target utama serangan siber. Melalui kolaborasi ini, DPR dapat mendorong penerapan standar keamanan yang lebih tinggi di sektor swasta dan mempromosikan investasi dalam teknologi keamanan data. DPR dapat berperan dalam meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat. Dengan mendukung program-program edukasi dan kampanye kesadaran tentang pentingnya melindungi data pribadi, DPR bisa membantu menciptakan masyarakat yang lebih peka terhadap isu keamanan data. Ini bisa melalui kemitraan dengan sektor swasta dalam menyelenggarakan pelatihan, seminar, atau kampanye publik yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak di sekolah.

Secara keseluruhan, peran DPR dalam menghadapi isu pencurian data sangat penting. Melalui pengawasan yang ketat, dorongan untuk transparansi, legislasi yang lebih kuat, kolaborasi dengan sektor swasta, alokasi anggaran yang tepat, serta peningkatan literasi digital, DPR dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi data pribadi masyarakat Indonesia. Kolaborasi antara DPR, pemerintah, dan sektor swasta sangat perlu untuk menghadapi tantangan keamanan data yang semakin kompleks di masa depan. (Astrid)

Tags: #agunglaksono#kejahatansiber#literasidigital#pencuriandata#penyalahgunaandata#siber
Previous Post

PEEP Eyewear, Brand Kacamata Hasil Kolaborasi Unik Fadil Jaidi dan Keanu Angelo

Next Post

Indonesia International Waste Treatment & Technology: Menjawab Tantangan Pengolahan Sampah di Indonesia”

teknostyle

teknostyle

Related Posts

Sergio Ticoalu, Sosok Kreatif Marketing di Balik Keberhasilan Infinix di Pasar Smartphone Indonesia

by redaksi teknostyle
Agustus 13, 2025

Teknostyle - Di tengah persaingan industri smartphone Indonesia yang super ketat, menembus posisi lima besar bukanlah perkara mudah. Namun, Infinix...

Fenomena Banyak Orang Kehilangan Satu Butir Telur dari Kemasan, Ternyata Ini Aksi Nyata Cegah Stunting!

Fenomena Banyak Orang Kehilangan Satu Butir Telur dari Kemasan, Ternyata Ini Aksi Nyata Cegah Stunting!

by teknostyle
Februari 11, 2025

Teknostyle - Sebuah fenomena menarik telah terjadi di salah satu pusat perbelanjaan kaum urban di Ibukota, dimana satu butir telur...

Cara mudah hilangkan fitur Meta AI di WhatsApp untuk HP Android dan iOS

Cara mudah hilangkan fitur Meta AI di WhatsApp untuk HP Android dan iOS

by redaksi teknostyle
Januari 4, 2025

Teknostyle.id - WhatsApp baru-baru ini memperkenalkan fitur Meta AI, sebuah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan chatbot untuk mendapatkan...

Prediksi Twilio untuk Tahun 2025:  Definisi Baru Loyalitas Pelanggan di Era Data dan Hiper-Personalisasi

Prediksi Twilio untuk Tahun 2025: Definisi Baru Loyalitas Pelanggan di Era Data dan Hiper-Personalisasi

by teknostyle
Januari 4, 2025

Teknostyle - Lanskap pemasaran brand berkembang dengan cepat, didorong oleh kemajuan teknologi dan pergeseran ekspektasi konsumen. Di saat yang sama,...

2025 Dalam Bayang Ketidakpastian Ekonomi Global dan Kenaikan Harga, Apa yang Harus Dilakukan Kelas Menengah?

2025 Dalam Bayang Ketidakpastian Ekonomi Global dan Kenaikan Harga, Apa yang Harus Dilakukan Kelas Menengah?

by redaksi teknostyle
Desember 29, 2024

Jakarta, Teknostyle.id - 
Tahun 2025 diperkirakan menjadi salah satu tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian global akiba konflik geopolitik, perlambatan...

Ekonom: Strategi Industri Kunci Sukses Pertumbuhan 8 Persen

Ekonom: Strategi Industri Kunci Sukses Pertumbuhan 8 Persen

by redaksi teknostyle
Desember 29, 2024

Jakarta, Teknostyle.id - Prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun depan diperkirakan akan stagnan di angka 5 persen. Kondisi ini disebabkan...

Next Post
Indonesia International Waste Treatment & Technology: Menjawab Tantangan Pengolahan Sampah di Indonesia”

Indonesia International Waste Treatment & Technology: Menjawab Tantangan Pengolahan Sampah di Indonesia”

https://teknostyle.id/wp-content/uploads/2023/11/VID-20231104-WA0036.mp4
    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.
Instagram Facebook Twitter Youtube LinkedIn
Logo-TeknoStyle
Teknostyle.id adalah media Teknologi dan Gaya Hidup Multi-Platform. Dengan artikel yang lengkap, dari segi teknologi dan gaya hidup. Teknostyle.id tetap menjaga kualitas dan keakuratan data. Dengan tujuan agar setelah membaca, pengunjung mendapatkan informasi yang bermanfaat dan mudah dipahami

Contact Us :

Info@teknostyle.id
teknostyle.id@gmail.com

0812 1216 0318

Categories

  • Apps
  • Beauty
  • Business
  • Cooperation
  • Development
  • Economy
  • Entertainment
  • Event
  • F&B
  • Fashion
  • Feature
  • Food and Beverages
  • Gadget
  • Game Online
  • Health
  • Lifestyle
  • News
  • Opinion
  • Sport
  • Technology
  • Tourism
  • Travel
  • Trending Topic
  • Uncategorized
  • World

© 2021 teknostyle.id - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Technology
  • Gadget
  • Lifestyle
  • Apps
  • Travel
  • Game Online
  • Event
  • Feature
  • About Us
  • Contact Us
  • Sitemap

© 2021 teknostyle.id - All Rights Reserved

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In